Hollandia, 27 Februari 2020.

Aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau cuma sekejap.
Tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang terbalik.
Aku mencintaimu sejak pertama melihat dirimu, di Jayapura.
jalan sosial (perum-nas 4) kost warna orens tgl 12/juni-2018.
saat lembut malam terucap dan mata lugumu serta suaramu
menggugat. Tanpa kusadari lajunya, satu setengah tahun sudah aku
menunggumu.
Mengurungku dengan cinta satu-satunya.
Kubela tanpa harus aku bertanya-tanya.
Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasa, meski
cuma satu huruf ? Sepertinya iya…!
Terjerat kangen yang merapal namanya di setiap kedip
mata dan perasaan
Entah semu atau nyata,
setidaknya kukira ini
cinta.
Menerka rencana hati tanpa praduga. Mencari jalan
ke rumah hatimu. Masih jauhkan perjalanan yang
harus kutempuh? Beri aku tanda, meski hanya sebatas senyum.
Sepertinya kudapati lugu senyumnya mengais tulus
detik ini. Setidaknya, ‘kebersamaan’ yang teretas dari pertama kita bertemu hingga dini, mendakwa rasaku padamu
Setiap langkah yang berpijak,
selalu berhitung akan waktu..
Setiap menit yang berdetik,,
selalu merindu akan dirimu..
Setiap aliran darah yang kurasa,,
selalu mengalirkan cinta untukmu..
Setiap hari yang ku lewati,,
selalu menatap akan wajahmu..
dan Setiap hembusan nafas ini,,
selalu menceritakan keindahan dalam dirimu..
Entah bagaimana caraku menebus rindu ini,,semua seakan berteriak dalam hayalku
Getar itu tak jadi menepi. Kangen itu tak jadi
meratapi basi. Damba yang kupelihara di tepian asa,
ternyata menampilkan pesona indah malam itu,
finally.
Terusik kangen yang menelusup di setiap kedip mata dan perasaan
Satu hari menapak jejak bersamamu, telah memagut sampai saat ini
getarku tak bersisa, sepertinya…
Begitu bermaknanya sebuah kebersamaan, canda-tawa dan bahagia selalu ada denganmu
hingga ku tak tahu lagi dengan apa kutepikan padamu,
sejenak saja.
Ibarat metabolisme
cinta adalah sinar terang
yang menyinari hati setiap insan manusia,
dan mata
adalah alat untuk mendistribusikan cinta melalui tatapan mata
antar kedua insan yang berbeda
jernihnya sama katakanlah apapun
dalam bentuk apapun.
Bawalah aku ke manapun.
Bersama cinta yang aku himpun.
Tuliskan rasamu padaku…
biar nyenyak kebosanaku
Sebelum mimpi
semakin larut dalam perjalanan bintang menanti fajar.
Khayalan sudah letih memutar-mutar
gambar, ia ingin jadi nyata …
rata dengan fakta.
Kasih, satu pelukan adalah seribu
kata-kata bagiku.
Ketika ombak menghantam karang
Jangan larang batu akan rapuh
Ketika badai meniup Savana
Jangan larang tumbuhan akan goyang
Ketika bidadari di depan mata
Jangan larang aku mencintai dan memiliki.
Dicinta dan mencintai hanya sekali dan harus dijaga sampai berpisah
( dipanggil oleh sang maha pencipta )
Hingga Sang Maha Pencipta Menyatuhkan Kita berdua
Wib, 01:10
Coretan Pena😇: DYX
DiBumi Cenderawasi🙏
Photo🧐:_______^^^_______