“Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial”.

Berpikir positif

Manusia sebagai makhluk individu artinya tiap manusia berhak atas milik pribadinya sendiri dan bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Manusia individu adalah subyek yang mengalami kondisi manusia. Ini di ikatkan dengan lingkungannya melalui indera mereka dan dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis kelamin mereka serta status sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil.

Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu habitatnya maksudnya tiap manusia saling membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya. Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidupnya…

Kebenaran akan hakikat tujuan hidup manusia dari  banyaknya filsuf merupakan sesuatu hal yang nisbi. Nah bagaimana jika hakikat tujuan hidup manusia ditinjau dari perspektif Agama? Orang yang menganut suatu agama, sudah sewajarnya apabila mempercayai apa yang dikatakan Tuhan.

Tujuan hidup manusia seharusnya sama dengan tujuan Tuhan menciptakan manusia. Manusia yang hidup di dunia ini tidak lepas dari peran Tuhan dalam menciptakan manusia.  Dalam proses dan hasil  ciptaannya, tentu Tuhan memiliki unsur kesengajaannya dalam menciptakan manusia. Suatu alasan dimana manusia harus tunduk atas alasan Tuhan menciptakan manusia.

Jika kita kaji dalam beberapa agama, mungkin tujuan Tuhan menciptakan manusia jelas berbeda-beda. Hal ini tergantung dari kepercayaan masing-masing orang berdasarkan agama yang dianutnya. Orang yang beragama islam dalam meninjau tujuan hidup manusia, tentu melihat perspektifnya dari pedoman agamanya. Seperti yang kita tahu bahwa pedoman hidup untuk mengendalikan diri kta adalah mendengarkan setiap peritah TUHAN, menutut Atur-atur dalam kepercayaan Agama kita masih-masih. Pertujuan untuk mendapatkan kasih, penyertahan, dan kuasa darinya yaitu TUHAN ALLAH Yang menciptakan dunia

Jika kita tinjau dari ayat tersebut, sudah jelas bahwa manusia adalah hidup ini semata-mata hanyalah untuk beribadah kepada Tuhan karena seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa tujuan hidup manusia seharusnya sama dengan tujuan Tuhan menciptakan Manusia.

Manusia merupakan makhluk sosial, dimana ia tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh hidup orang lain untuk bersosialisasi. Manusia membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk berinteraksi satu sama lain serta untuk memenuhi ” kebutuhan sosial ” untuk hidup berkelompok dengan manusia lain. Manusia memang telah dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain serta perlu ada hubungan timbal balik antar sesama manusia.

Di dalam kehidupan, manusia perlu memiliki suatu potensi yang harus ia kembangkan dalam memajukan dirinya sendiri bahkan memajukan orang lain yang berada disekitarnya. Potensi yang dimiliki oleh manusia itu, bisa saja diketahui dan berkembang apabila ia hidup dan belajar dalam lingkungan manusia yang lainnya. Potensi yang dimiliki oleh manusia dapat dilihat dari perbuatan dan tingkah lakunya atau bahkan dapat dilihat dari orang yang berada disekitarnya. Dalam proses mengembangkan potensi tersebut akan terbentuk , terlihat , serta menentukan kualitas pribadi seseorang.

“Kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup diperoleh dari memulai hubungan dengan orang yang tepat dan memperkuatnya dengan menggunakan keterampilan yang baik

Setiap orang tentunya memiliki masalah, namun masalah dapat teratasi jika kita melawan dari masalah tersebut. Sebagian besar orang menghadapi masalah dengan berdiam diri, padahal dengan berdiam diri tidak dapat menyelesaikan masalah hanya menambah beban masalah.

pertanyaan ini pernah diajukan bapak helmi (pemandu senior) ketika pendidikan untuk petani, dan pertanyaan tersebut rasanya relevan untuk semua orang yang pernah mengalami pendidikan).

1. apa hakekat manusia itu ? bagaimana realita kemanusiaan saat ini, apakah telah telah sesuai dengan hakekatnya ?


2. Apa hakekat pendidikan yang memanusian manusia? bagaimana realitanya, apakah telah sesuai dengan hakekat pendidikan yang memanusiakan manusia?.

3. bagaimana proses pendidikan yang memanusiakan manusia ? bagaimana realitanya, apakah proses pendidkan tersebut telah memanusikan manusia?

Secara sadar ataupun tidak, kita sering berbuat tidak memanusiakan manusia. Tapi ketika kita menyadari dan mau berubah itu adalah lebih baik daripada tidak.

permasalahan dalam hidup manusia berbeda-beda, namun kebanyakan permasalahan manusia hampir sama. Permasalahan yang sering dihadapi manusia seperti kesulitan dalam keuangan, terlilit hutang, permasalahan keluarga dan permasalahan-permasalahan lainnya. Dari kebanyakan orang menyelesaikan masalah dengan putus asa dan berdiam diri atau tidak memperdulikan masalah tersebut. Namun dengan tindakan seperti itu juga bukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Menyelesaikan suatu permasalahan adalah perkara yang gampang-gampang susah, tetapi jika kita sikapi masalah tersebut dengan bijak tentunya kita akan menemui jalan keluarnya. Masalah tidak akan selesai jika kita hanya berdiam diri dan membiarkan masalah tersebut berlalu begitu saja. Meskipun Tuhan yang merencanakan, namun manusialah yang akan merubahnya.

Masalah memang suatu perbuatan yang sangat pelik bagi manusia. Sejatinya manusia itu ditakdirkan oleh Tuhan antara kebahahagian dan kesedihan, semua jalan manusia telah digariskan karena Tuhan sang Maha Rencana segala sesuatunya. Untuk merencanakan kebahagian, tentunya kita harus bekerja keras dengan ikhtiar atau doa. Tetapi dengan kebahagiaan pun belum tentu mahluk tersebut tidak mendapatkan masalah. Dalam kebahagiaan pun sudah tentu selalu mendapatkan masalah, karena kebahagiaan itu sendiri berdiri bersamaan dengan kesedihan. Kesedihan tersebut yaitu masalah-masalah yang dihadapi.

Manusia memang mahluk yang lemah, namun dibalik kelemahannya derajat manusia itu lebih tinggi dibandingkan mahluk lainnya. Manusia diberikan Tuhan akal dan pikiran secara baik dan sehat, tentunya dengan akal sehat dan pikiran baik manusia,bisa melewati setiap permasalan yang tengah menghinggapi dirinya.

Sangat disayangkan jika ada manusia yang menghadapi permasalahan dengan jalan terakhir dengan bunuh diri, padahal dibalik semua permasalahan ada jalan keluarnnya. Selain itu, jika kita menghadapi banyak permasalahan alangkah baiknya kita tingkatkan keteguhan iman kita agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan seperti memilih jalan pintas atau melakukan perbuatan bunuh karena sudah tidak kuat menghadapi masalah dan cobaan yang berat, namun dengan keimanan yang kokoh akan terhindar dari hal tersebut.

Manusia yang kuat adalah manusia yang tabah dan kuat menghadapi masalah dan cobaan yang telah meliilit dirinya. Dan dengan menanamkan pondasi keimanan yang kuat kita akan terhidar dari setiap masalah, sekalipun masalah tersebut adalah masalah yang besar.

Dengan Hakikan yang dapat menyelesaikan masalah dan persoalan yang terjadi dilingkungan pemeritah, lingkungan sosial serta keberagamaannya yang adalah dilingkungan sekitar kita untuk bertinda dan menyelesaikan masalah-masalah atau konfik yang terjadi DiBumi cenderawasi ini.

Sesuai dengan berpikir positif dan utnuk mensejahteraahkan masyarakat.


Port numbay. Jum 21 Februari 2020

Wib. 10:14

Coretan Pena : DYX

Phote🧐:_____________

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai