

Duduk termenung
Renungi derita
Ratapi duka nestapa
Susuri dongeng kesedihan
Tangisi kisah tragedi
Nyanyikan syair duka
Dengungkan kidung kematian
lukis masa lalu dan massa kini
Dibanta, dibenci, dicacimaki, dan Diludah.
hati sakit, piluh dan gelisah melihat penderitaan diatas tanah ini.
Orang asing hancurkan istana kami.
lukis panorama tragedi dengan air mata
Mereka bunuh ibu kami
Mereka Tikam ayah kami
Mereka tembak saudara kami
Mereka memperkosa dan mencuri harta kami
saksikan kebengisan predator rakus
Tanah dikuras, batuan ekonomis diambil
Tumbuhan dibabat
Air dikotori
Udara dicemari
Tanah air udaraku terkulai tanpa daya
teteskan bulir-bulir air mata
Sinarlah sukacita
Hancurlah kehidupan
Gambaran masa depan kami suram
Hanya ada bayang-bayang kematian
Kami sebagai generasi penerus
Kami sebagai Tunggul punggu
Kami sebagai malaikat yang dititipkan Tuhan
Diatas negeri ini. Dibumi cenderawasi
Sampai akhir nafas
Kami bisik sang waktu
Kapan semua ini kan berakhir
Dan membisu
Kami bawa pergi dalam hati sejarah
————————————————————-
Wib. 21.01
Port numbay. Kam 27 Februari 2020
Coretan Anak Muda Papua✊
DiBumi Cenderawasi (JPR)
“LUKA PATIN”
Diatas Negeri Ini.